AKBP Andrianto menjelaskan, tim identifikasi dibentuk sejak pagi dan diperkuat personel dari Jakarta untuk mempercepat proses pemeriksaan korban.
“Kami membentuk tim sejak pagi yang juga diperkuat personel dari Jakarta. Total terdapat tujuh dokter forensik dan 30 personel pendukung yang mulai bekerja sejak pukul 08.00 WIB,” katanya.
Menurutnya, proses identifikasi membutuhkan ketelitian tinggi karena sebagian besar korban mengalami luka bakar akibat kebakaran hebat setelah kecelakaan.
Tim DVI melakukan pemeriksaan ciri fisik awal sebelum masuk tahap rekonsiliasi, yakni pencocokan hasil pemeriksaan dengan data primer dari pihak keluarga.
“Yang kami utamakan adalah ketepatan identifikasi. Proses rekonsiliasi dilakukan secara menyeluruh agar identitas korban benar-benar dapat dipastikan secara ilmiah,” katanya.