Sebab, lanjutnya, asap karhutla tidak hanya berdampak minor pada kesehatan, ekonomi, dan lingkungan setempat tetapi juga dapat mengganggu stabilitas negara tetangga.
Kasus terakhir Singapura dan Malaysia yang terimbas asap karhutla kiriman dari pulau Sumatera dan Kalimantan pada tahun 2015 lalu.
Informasi dari BMKG menyebutkan adanya fenomena El-Nino menjadi salah satu faktor penyebab peningkatan cuaca saat musim kemarau yang berlangsung sepanjang triwulan kedua atau di mulai sekitar Mei 2023.
“Memang dua tahun terakhir karhutla dapat diantisipasi dengan baik, khususnya Sumsel ini. Tapi antisipasi tetap harus dilakukan," katanya.