Polda Sumsel Tegaskan Dokter Meninggal dalam Mobil Bukan karena Vaksin Sinovac

Antara
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Supriadi. (Foto: Antara)

Polisi juga mendapatkan keterangan jika tiga bulan lalu korban pernah berobat ke salah satu dokter jantung di Sumsel karena merasa nyeri di dada kiri, sehingga dugaan serangan jantung semakin kuat.

Ia juga menegaskan telah berkoordinasi dengan Komnas Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) terkait diagnosa efek vaksin terhadap korban. KIPI menyatakan kejadian syok anafilaktif pasca-vaksin hanya 1 sampai 2 jam, sedangkan saat korban meninggal rentang waktunya sudah lebih dari 24 jam dari penyuntikan vaksin pada Kamis (21/1) pukul 10.06 WIB. "Maka korban meninggal bukan karena vaksin, korban ada rekam penyakit jantung," tutur-nya.

Sementara adik kandung korban, Fauzi, menyatakan kakaknya tersebut memang mengeluhkan nyeri dada sejak tiga bulan terakhir, sehingga keluarga menolak korban diautopsi. "Kami juga sudah ikhlas," ujarnya

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

315 Nakes RS Pusri Mulai Divaksin, Dirut yang Pertama

57 tahun lalu

Dinkes Sumsel Distribusikan 23.200 Vaksin Sinovac ke Daerah Sekitar Palembang

57 tahun lalu

Ratusan Nakes di Palembang Batal Divaksin, Dinkes: Tertolak Bukan Menolak

57 tahun lalu

BNN Sumsel Gagalkan Penyelundupan 131 Kg Sabu di Sungai Musi

57 tahun lalu

Update Covid-19 Sumsel 22 Januari: Tambah 71 Kasus Baru, Total Positif 13.508 Orang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal