Kepada penyidik, pelaku mengakui telah menghabisi sang paman. Dia nekat membacok pamannya karena emosi atas prilaku korban yang kerap menggoda istrinya. "Sudah 2 kali dia peluk-peluk istri saya dan mau diperkosa. Itu saat istri selesai mandi dipeluk, istri cerita," katanya di Mapolda Sumsel.
Menurut pelaku, sang paman diketahui kerap menenteng parang saat bertemu dirinya. Hal itulah yang juga membuat dirinya khawatir tiap kali korban datang ke rumah.
"Uwak ini selalu membawa parang kalau datang ke rumah kami, itu nggak pernah dilepas. Saya pun sebenarnya udah lama curiga sama dia dan kemarin pas parang dilepas itulah kejadian, saya bacok," katanya.
Sebelum pembacokan terjadi, tersangka mengaku sempat duel dengan korban. Ia menarik parang korban yang kemudian digunakan untuk membacok tangan dan wajah. Melihat korban tewas, pelaku panik dan mengatakan korban jatuh dari pohon kelapa. "Itu parang punya Uwak, saya tarik. Kalau bukan Uwak yang korban, pasti saya jadi korban," katanya.
BACA JUGA: Seorang Perampok Tewas Usai Adu Tembak dengan Tim Hunter Palembang
Atas perbuatanya, tersangka kini ditahan di Mapolda Sumsel. Tersangka pun terancam pasal berlapis yaitu Pasal 340, 338 dan 351 ayat 3 KUHP.
Sebelumnya, seorang petani kelapa ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan, Minggu (19/1/2020). Korban diketahui bernama Muhammad Yusuf (51) warga Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel).
Adik ipar korban, Tri Margono mengatakan, Yusuf ditemukan tewas di kawasan kebun kelapa, Desa Teluk Payo, Kecamatan Tanjung Lago, Banyuasin, Sumsel. Saat ditemukan, ada beberapa luka bacok di bagian tubuhnya.