Petahana di OKU dan OKU Selatan Lawan Kotak Kosong, Akademisi Ingatkan Tantangan Ini

Nani Suherni
Ilustrasi Pilkada serentak 2020 (Antara)

PALEMBANG, iNews.id - Dua kabupaten di Sumatera Selatan akan melawan kotak kosong pada Pilkada 2020. Kedua calon kepada daerah di dua wilayah itu pun diminta menganalisis tantangan melawan kotak kosong.

Akademisi dari Universitas Sriwijaya, Andries Lionardo mengingatkan, kotak kosong bisa saja memang. Hal tersebut pernah terjadi pada Pilkada Serentak 2018 di Makassar. Andries menegaskan, kemengann kotak kosong menjadi hal yang mungkin jika calon kepala daerah tidak memiliki visi dan misi yag memihak kepada warga.

"Jangan main-main, kalian bisa kalah kalau tidak punya visi dan misi sesuai kebijakan masyarakat," ucap Andries dalam acara Webinar Leader Talk iNews - Pengamanan Pilkada Sumsel 2020⁣, Kamis (5/11/2020).

Dia meningatkan, saat ini warga semakin pintar memiliki visi dan misi dari masing-masing calon kepala daerah. Sehingga tantangan terbesar dari melawan kotak kosong yakni dengan kebijakan yang dibuat.

"Kotak kosong akan memang kalau para calon tidak punya visi dan misi yang diinginkan masyarakat," katanya.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Herman Deru-Cik Ujang Nomor Urut 1 di Pilkada Sumsel, Partai Perindo: Pertanda Kemenangan

57 tahun lalu

Herman Deru Ajak Paslon Lain di Pilkada Sumsel Kampanye Riang Gembira

57 tahun lalu

Herman Deru Dapat Nomor Urut 1, Optimistis Kembali Menang di Pilgub Sumsel

57 tahun lalu

Pilgub Sumsel 2024, Eddy Santana Putra Minta Dukungan Perindo

57 tahun lalu

Ambil Formulir Pendaftaran di DPW Perindo, Ini Alasan Eddy Santana Putra Maju Pilgub Sumsel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal