Lebih lanjut Herman menuturkan, pembangunan Jembatan Liku Lematang sudah diusulkan sejak tahun 2016. Nantinya, kata Herman, pembangunan Jembatan Lematang tidak didesain ulang. Pasalnya, jembatan ini sudah didesain pada tahun 2016.
Meski tak didesain ulang, desain itu akan dikaji dan dianalisis mengenai dampak lingkungan dan lalu lintas.
"Pemkot Pagaralam telah menyiapkan dokumen yang diperlukan untuk diajukan ke Kementerian PUPR," kata dia.
Seperti diketahui, Kebutuhan pembangunan Jembatan Lematang dianggap sangat penting karena kondisi jalan di sekitar lokasi terbilang berbahaya. Banyak jalan dengan tikungan tajam serta tidak adanya pembatas besi jalan.
Jembatan itu juga untuk menghindari terulangnya kecelakaan maut yang menimpa Bus Sriwijaya beberapa waktu yang lalu. Bus itu terjun ke jurang dan menewaskan 35 penumpang.
Pemkot Pagaralam sendiri ternyata sudah mengusulkan pembangunan jembatan Lematang sejak tahun 2016 silam. Sayangnya, usulan itu ditolak oleh pemerintah pusat.
Tak hanya usul, pemkot bahkan sudah menyertakan desain dan rencana konstruksi. Lantaran menolak pembangunan jembatan, pemerintah pusat hanya mengucurkan dana untuk melebarkan jalan.