Pasokan Tersendat, Harga Cabai di OKU Sumsel Masih Rp120.000 per Kilogram 

Antara
Harga cabai masih tinggi di Baturaja, Kabupaten OKU. (Foto: Ist)

Sejak harga meroket masyarakat hanya membeli dalam jumlah sedikit untuk kebutuhan dapur, bahkan tak jarang cabai yang dijual pedagang tidak laku hingga membusuk.

"Banyak pedagang merugi dan beralih menjual sayur mayur karena sedikit sekali masyarakat membeli cabai. Kalau saya sendiri cabai laku terjual paling 5-10 Kg per hari sejak harga mahal," ujarnya.

Sementara itu, Pengawas Kemetrologian Disperindag OKU, Octa Liyandi secara terpisah mengatakan terkait tingginya harga cabai merah itu pihaknya tidak dapat berbuat banyak karena terjadi hampir di setiap daerah di Sumatera Selatan.

"Berdasarkan pengawasan kami, kenaikkan harga memang terjadi dari agen pemasok cabai di luar daerah, bukan akal-akalan pedagang untuk mencari keuntungan tinggi," katanya.

Menurut dia, faktor cuaca ekstrem masih menjadi pemicu utama lonjakan harga cabai karena banyak petani yang merugi akibat gagal panen.

"Terkait lonjakan harga cabai ini kami tidak dapat berbuat banyak. Namun, pengawasan tetap kami lakukan untuk mengantisipasi cabai langkah di pasar Kota Baturaja," katanya.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

GSMP Ikut Berperan Turunkan Angka Kemiskinan Sumsel

57 tahun lalu

Strategi Dinkes Sumsel Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19

57 tahun lalu

60 Persen Tanah Pemprov Sumsel Belum Bersertifikat

57 tahun lalu

11 Wilayah Sumsel Berpotensi Hujan, Ini Daftarnya

57 tahun lalu

Terungkap, Banyak Warga dan Perusahaan Pakai Frekuensi Radio Secara Ilegal di Sumsel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal