Bahkan, lanjutnya, antisipasi tersebut akan melibatkan beberapa LSM yakni FHK, WCS, ZSL. Dimana beberapa LSM tersebut akan memberikan bantuan camera trap sebanyak 55 unit.
"Kita juga akan melibatkan beberapa pihak untuk penanggulangannya. Camera trap juga rencananya kita tambah yang merupakan bantuan LSM," tutur Panji.
Menurut dia, masuknya harimau itu keperkebunan warga diduga lantaran habitat mereka terganggu. Namun, hal itu masih dalam penyelidikan.
"Namun, bisa jadi juga karena terganggunya rantai makanan, sehingga harimau tersebut keluar dari habitatnya. Kita juga mengimbau agar masyarakat terus menjaga kelestarian lingkungan. Dan jangan sekali-sekali mengganggu habitat hewan," katanya.
Sebelumnya Gubernur Sumsel Herman Deru telah memberikan perhatian khusus terhadap keresahan masyarakat di kota Pagaralam, Kabupaten Lahat dan Muara Enim yang mengalami gangguan dari binatang buas, salah satunya harimau.
Bahkan Pemprov Sumsel sudah membentuk Satgas khusus yang terdiri atas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah II Lahat Kementerian LHK, Dishut Prov Sumsel (UPTD KPH Semendo), dan berkoordinasi dengan Camat Semende Darat Laut, Kades Muara Dua dan masyarakat untuk mengantisipasi serangan harimau tersebut.