Para perempuan duduk di sekitar tumpukan bahan pempek. Mereka ada yang sedang mengaduk, membentuk, dan ada juga yang menggoreng. Tersaji lengkap proses produksi pempek secara tradisional yang terus dipertahankan dari generasi ke generasi.
Ketua TP PKK Sumsel Febrita Lustia HD mengatakan, kampung ini berlokasi di tepian Sungai Musi yang dapat menjadi tujuan alternatif dan referensi untuk berwisata sekaligus kulineran.
"Pempek sudah menjadi ikon Palembang. Kuliner ini tak hanya sekedar kudapan (makanan selingan) saja. Namun nyaris dikonsumsi saban hari oleh masyarakat. Kita ingin mengenalkan pempek di kancah dunia. Makan pempek di sentra produksinya, di kampung pempek ini," ujarnya saat pencanangan pengembangan sentra kawasan kuliner di kampung pempek Tanggo Rajo, Jumat (09/04/21).
Pengembangan potensi wisata ini diungkapkan Feby harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Menurutnya hal utama dan penting adalah menjaga kebersihan lingkungan. Terlebih lagi hal ini berkaitan dengan proses produksi pempek.
Sementara Dirut BSB Achmad Syamsudin mengatakan pihaknya akan terus bersinergi bersama pemerintah untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan. Salah satunya diwujudkan dengan menggarap pengembangan sentra kawasan kuliner pempek Tanggo Rajo.
"Kampung ini dikembangkan jadi industri kreatif. Kami membantu pengembangannya melalui unit syariah terkait KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang ringan, yaitu sistem bagi hasil," katanya.
Kampung pempek Tanggo Rajo sejak dulu terkenal dengan pempek rantangan. Dalam rentang waktu puluhan tahun turun temurun membuat pempek sehingga menjadi warisan budaya.