Kapolda mengaku sangat terkejut ketika perwakilan keluarga menghubungi dan akan memberikan bantuan. "Mendengarnya saja kaget, apalagi melaksanakan amanah itu. Ini adalah amanah yang sangat luar biasa dan berat sekali karena uang yang diamanahkan ini sangat besar dan pastinya harus dipertanggungjawabkan. Tapi saya yakin kalau amanah ini langsung disampaikan ke semua pihak dan masyarakat, Insya Allah amanah ini dapat dikelola sebaik-baiknya," ujar Kapolda Sumsel.
Kapolda Sumsel juga memastikan bahwa bantuan yang didapatkan tersebut akan ditujukan untuk penanganan Covid-19, termasuk masyarakat terdampak pandemi.
"Saya hanya perantara saja. Terkait alokasi, nanti akan ada ahli-ahli yang lebih paham. Saya hanya membantu untuk menyampaikannya saja, seperti kepada Gubernur, Pangdam II Sriwijaya dan stakeholder terkait lainnya," ujarnya.
Menurut Kapolda, ada begitu banyak yang dibutuhkan oleh masyarakat Sumsel di masa pandemi Covid-19 ini. "Seperti bagaimana masyarakat mencegah Covid-19. Banyak sekali faktor. Kemudian kalau sakitnya, apa yang bisa kita lakukan. Pemberian obat dan seterusnya, kemudian oksigen termasuk tenaga kesehatan dan orang-orang yang bekerja di sektor itu. Makanya nanti harus ada komunikasi dengan yang ahli agar bantuan yang diberikan bisa tepat sasaran," ujarnya.
Perwakilan keluarga almarhum Akidi Tio, Prof dr Hardi Darmawan mengatakan, bantuan tersebut merupakan amanah yang diberikan almarhum Akidi Tio dan direalisasikan para anaknya.