"Kecewa sudah pasti, tapi ini untuk kebaikan juga. Semoga tahun depan tidak lagi seperti ini," katanya.
Sementara pelaksanaan sholat Idul Fitri di Masjid Agung hanya diikuti sekitar 10 peren dari kapasitas. Selain itu pelaksanaan sholat menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan berjarak.
Selain itu, halaman dan jalan sekitar masjid juga lengang dan lalu lintas lancar. Tidak seperti tahun - tahun sebelumnya ketika belum ada pandemi Covid-19, jamaah sholat Idul Fitri membeludak hingga ke jalan dan atas Jembatan Ampera.
"Bagus juga cepat karena ini untuk mencegah, karena tahu sendiri warga biasa sholat Idu Fitri di Masjid Agung. "Tadi sholatnya dengan protokol kesehatan ketat," katanya.
Diketahui, awalnya Pemkot Palembang sempat memperbolehkan sejumlah masjid di wailayah yang berzona hijau dan kuning untuk menggelar sholat Idul Fitri. Namun kemudian H - 1 Lebaran, Pemkot Palembang bersama Forkopimda kembali mengeluarkan edaran yang melarang sholat Idul Fitri di semua masjid dan musala di Palembang. Namun sejumlah masjid terpantau masih melakansakan sholat Idul Fitri.
Dari data Dinas Kesehatan Kota Palembang, kota pempek berstatus zona merah dengan kasus konfirmasi sebanyak 11.101 kasus. 486 di antaranya meninggal dunia dan 9.888 pasien sembuh.