“Pelaksana pra diksar ini dari UMP. Karena dari Unitas hanya empat orang, jadi ikut gabung dengan UMP. Ini hanya sifat sosial dan pengenalan Menwa di Desa Tanjung Senai Ogan Ilir," ujarnya dikutip SINDOnews, Kamis (17/10/2019).
Menurut Rano Karno, pra diksar ini rencananya digelar selama sepekan dan dilaksanakan di Ogan Ilir untuk pengenalan mengenai Menwa. "Hanya sosialisasi, tidak ada kekerasan," tuturnya.
Sementara itu, Kapolres Ogan Ilir, AKBP Imam Tarmudi saat dihubungi mengatakan, keluarga korban sudah melaporkan kejadian tersebut dan saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
"Saat ini masih didalami dengan mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan menunggu hasil visum untuk mengetahui penyebab kematian korban," kata Imam.
Dokter Forensik RS Bhayangkara Palembang, dr Indra mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan luar yang telah dilakukan, tidak ditemukan adanya tanda kekerasan, baik di kepala maupun bagian badan korban.
“Tapi, ada beberapa bagian tubuh yang diduga sebagai tanda kekerasan dan menjadi penyebab kematian korban," tuturnya.