"Saya dan keluarga sangat was-was, takut sewaktu-waktu saat tidur rumah kami hanyut ke dalam sungai. Bisa dilihat sendiri saat retakan tanah hanya sekitar setengah meter lagi dari depan rumah saya. Selain saya, beberapa kediaman warga lainnya kini dalam kondisi sangat rawan," katanya.
Atas kejadian tersebut, Priyandi berharap agar pemerintah bisa cepat tanggap dalam mengatasi musibah tanah longsor yang terjadi di Dusun 1 Desa Keban I.
"Saat ini kami sangat khawatir adanya longsor susulan. Kalau bisa dibangun dinding penahan longsor secara permanen, supaya kami tidak cemas lagi. Bila perlu kami di relokasi dari sini," ujarnya.
Sementara itu Camat Sanga Desa, Hendrik mengimbau kepada masyarakat setempat yang rumahnya berada di sekitar tebing sungai untuk siaga dan waspada.
"Sudah saya sampaikan ke Kades untuk memberikan imbauan agar warga yang rumahnya di bantaran Sungai siaga. Bahkan bila perlu untuk antisipasi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan akibat longsor susulan, untuk sementara bisa mengungsi dulu ke tempat lebih aman, sembari menunggu tindak lanjut dari pihak Kabupaten dan instansi terkait," kata Camat.
Hendrik mengatakan, bahwa pihaknya sudah melaporkan kejadian di Desa Keban I ke pihak Kabupaten Musi Banyuasin, dan tim dari Kabupaten segera turun ke lapangan untuk mengecek langsung lokasi tanah longsor.
"Tadi tim Kabupaten sudah ada yang turun ke lapangan. Mewakili masyarakat Desa Keban I saya berharap agar peristiwa ini bisa ditindaklanjuti secepat mungkin sebelum ada korban jiwa," katanya.