Lawang Borotan, Saksi Bisu Kepergian SMB II untuk Diasingkan ke Ternate

berli
Lawang borotan, pintu belakang Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang. (Foto: Antara)

Lawang Borotan menjadi akses keluar masuknya Sultan Mahmud Badaruddin II, jika hendak menuju kediaman Adipati Tua, di Sungai Sekanak. Berdasarkan catatan sejarah, pada tahun 1821 Benteng Kuto Besak diserang kolonial Belanda. Lalu, Sultan Mahmud Badaruddin II beserta keluarga diasingkan ke Ternate dan menandai berakhirnya era Kesultanan Palembang. 

Pengasingan dilakukan konon untuk melemahkan kesultanan dan mengakhiri perlawanan. Karena SMB tidak pernah menyerah dan terus memberikan perlawanan. Kini, Lawang Borotan telah diperbaiki dan menjadi salah satu objek wisata di Kota Palembang. 

Perbaikan dilakukan untuk menjadikan Lawang Borotan sebagai destinasi wisata kampung tua BKB. Hampir setiap pengunjung yang ditemui mengakui kagum dengan kesultanan Palembang, melihat dari bentuk gerbang atau Lawang Borotan yang setinggi sekitar tujuh meter, lebar sekitar empat meter itu.

Karena mengesankan gagah dan berani, terbukti Belanda harus mengasingkan SMB II beserta keluarga ke Ternate hingga akhir hayatnya untuk menghentikan perlawanannya.

Lawang Borotan terdiri dua pilar atau semacam tiang besar dan dua daun pintu dari kayu yang tebal. Tinggi daun pintunya saja sekitar empat motor yang terlihat sangat kuat dan berat. Baik bangunan beton maupun daun pintu semuanya masih asli.

Jika masuk bagian dalam pintu ruangan kecil sebelum menuju dalam keraton atau benteng yang kini tidak ada lagi. Karena bagian dalam benteng telah menjadi pemukiman dan bagian depannya yang menghadapi Sungai Musi adalah Markas Kesdam II Sriwijaya.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Polairud Polda Sumsel Akan Kirim Ratusan Kantung Darah ke Cianjur

57 tahun lalu

Upacara Adat Sedekah Rame, Tradisi Doa Bersama Jelang Musim Tanam di Sumsel

57 tahun lalu

Polda Sumsel Kirim Beras dan Selimut untuk Korban Gempa Cianjur

57 tahun lalu

Polda Sumsel dan Pemkab Muba Bahas Tambang Minyak Ilegal, Ini Hasilnya

57 tahun lalu

Waspada, Ini Daftar Wilayah Sumsel Berpotensi Hujan Hari Ini

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal