Krisis di Afghanistan Memburuk, Kelaparan Mengancam dan Pegawai Digaji Pakai Gandum

Esnoe Faqih Wardhana
Kondisi perekonomian di Afghanistan kian memburuk. (Foto: Ilustrasi/Ist)

KABUL, iNews.id - Krisis keuangan di Afghanistan kian memburuk. Taliban yang berkuasa mengumumkan memperluas program makanan untuk bekerja atau pegawai pemerintah yang digaji dengan gandum.

Sekitar 40.000 pekerja dibayar sekitar 22 pon gandum untuk lima jam kerja, kata pejabat pertanian dalam konferensi pers seperti dilaporkan Reuters.

"Kami siap membantu masyarakat kami semampu kami," kata Fazel Bari Fazli, Wakil Menteri Administrasi dan Keuangan Kementerian Pertanian. Rencananya, sebagian besar buruh sudah dibayar di Kabul dan akan diperluas ke seluruh negeri. 

Pemerintah Taliban telah menerima tambahan 18 ton gandum dari Pakistan dengan janji 37 ton lebih dan sedang dalam negosiasi dengan India untuk 55 ton, menurut Fazli. “Kami punya banyak rencana untuk program kerja food for work,” katanya. 

Sanksi internasional terhadap anggota Taliban, pembekuan aset bank sentral, dan penurunan tiba-tiba bantuan internasional yang pernah menjadi tulang punggung ekonomi membuat pemerintah Taliban memiliki keuangan pemerintah yang terbatas dan krisis ekonomi yang berkembang.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Amerika Serikat Klaim Sebagai Pendonor Terbesar untuk Afghanistan

57 tahun lalu

Pusri Terima Banyak Penghargaan, Ketua DPRD Sumsel: Harus Dirasakan Masyarakat

57 tahun lalu

Vaksinasi Anak 6-11 Tahun di Sumsel Capai 4,8 Persen, Ini Daerah Tertinggi dan Terendah

57 tahun lalu

Prakiraan Cuaca Sumsel, Hujan Mengintai 7 Kabupaten dan Kota

57 tahun lalu

Sumsel Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng, Ini Lokasi dan Jadwalnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal