Kisah Prajurit Kopassus di Papua, Selamat dari Tembakan Jarak Dekat hingga Tidur di Tumpukan Mayat Teman

Sucipto
Prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD. (Foto/Pen Kopassus)

Dalam pertempuran itu, Agus Hernoto mengalami luka tembak di kedua kakinya. Di kemudian hari, kedua kaki Agus Hernoto harus diamputasi karena membusuk. Sementara itu, pertempuran sengit tersebut membuat tiga anggota PGT dan dua anggota RPKAD gugur dalam pertempuran. Begitu juga Pardjo, dia pun roboh usai terkena terjangan peluru tentara Belanda. 

Gencarnya serangan dari pasukan Belanda membuat Pardjo harus menyelamatkan diri. Pardjo kemudian merangkak, bergerak perlahan untuk bersembunyi di balik jasad rekan-rekannya yang telah gugur. Pardjo menyamar seolah-olah telah tewas demi menyelamatkan diri. Apalagi, usai pertempuran tentara Belanda melakukan patroli. Keadaan itu membuat Pardjo tidak bisa bergerak. 

Bahkan, Pardjo harus tidur selama lima hari di antara jasad teman-temannya yang telah gugur dalam pertempuran. Upaya penyelamatan itu pun membuahkan hasil. Pardjo akhirnya diselamatkan oleh warga setempat yang membawanya ke permukiman untuk dirawat.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ini Dia Sosok Kopassus Bule yang Latih Pasukan TNI Perang di Segala Medan

57 tahun lalu

Inilah Tentara Bule Pertama Jadi Anggota Kopassus, Latih Pasukan TNI Perang Segala Medan

57 tahun lalu

KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman Terima 3 Brevet Kopassus

57 tahun lalu

Kisah Jenderal Kopassus Berperang Melawan Anak Didiknya di Hutan Kalimantan, saat Reuni malah Jadi Teman

57 tahun lalu

Hebat, Jenderal Dudung Terima Tiga Brevet Sekaligus dari Kopassus

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal