Kisah Ibnu Sutowo: Jenderal dan Dokter yang Malang Melintang di Palembang saat Awal Kemerdekaan

Abdul Malik Mubarok
Letnan Jenderal TNI (Purn) Ibnu Sutowo. FOTO/DOK.National Press Club of Indonesia - perpustakaan.kpk.go.id

Perjalanan Karier: 
1. Dokter pada Gouverment Indische Arts Malariabestrijding di Batavia (2 Juli 1940-31 Agustus 1940). 2. Dokter pada Rumah Sakit Plaju, Sungai Gerong, Palembang (31 Agustus 1940-16 September 1945). 
3. Kepala Rumah Sakit Plaju, Sungai Gerong, Palembang (16 September 1945-16 Desember 1945). 
4. Kepala Rumah Sakit Umum Palembang (16 Desember 1945-1947). 

5. Bergabung dengan TRI Darat kemudian menjadi TNI Angkatan Darat (5 Desember 1946). 
6. Kepala Jawatan Kesehatan Tentara Divisi II / Garuda kemudian pada tahun 1948 berganti nama menjadi 7. Sub Komandemen Sumatera Selatan serta pada tahun 1950 berganti nama menjadi Tentara Teritorium II/Sriwijaya (5 Desember 1946-16 Juni 1951). 
8. Kepala Staf Sub Komandemen Sumatera Selatan (18 Februari 1948-9 Juni 1949). 
9. Kepala Staf Daerah Militer Istimewa Sumatera Selatan (9 Juni 1949-9 Desember 1949). 
10. Kepala Staf Tentara Teritorium II / Sriwijaya (9 Desember 1949-11 Juni 1955). 
11. Kepala DKAD Teritorium II merangkap Kepala DKAD Teritorium I (17 Juni 1951-11 Juni 1955). 
12. Panglima Tentara Teritorium II / Sriwijaya (11 Juni 1955-2 Juli 1956). 
13. Asisten IV Kepala Staf Angkatan Darat (2 Juli 1956-25 Agustus 1958). 
14. Deputi II Bidang Operasi Kepala Staf Angkatan Darat merangkap Deputi Pelaksana Perang Pusat (29 Desember 1956-Juli 1959). 
15. Direktur Utama PT Permina (10 Desember 1957-9 Oktober 1968). 
16. Inspektur Teritorial & Perlawanan Rakyat Markas Besar Angkatan Darat (25 Agustus 1958-Juli 1959). 17. Kepala Jawatan Minyak Gas & Bumi kemudian menjadi Biro Minyak Gas & Bumi Departemen Perindustrian Dasar & Pertambangan (18 Oktober 1960-13 November 1963). 
18. Kepala Direktorat Minyak Gas & Bumi pada Pembantu Menteri Perindustrian Dasar & Pertambangan 
19. Bidang Pertambangan dan Urusan Perusahaan Tambang Negara (13 November 1963-27 Agustus 1964). 
20. Gubernur Indonesia untuk Organization of the Petroleum Exporting Countries/Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) (1965). 
21. Menteri Urusan Minyak Gas dan Bumi pada Kabinet Dwikora II dan Dwikora III (21 Februari 1966-25 Juli 1966). 
22. Direktur Jenderal Minyak Gas & Bumi di Departemen Pertambangan pada Kabinet Ampera I, Kabinet Ampera II serta Kabinet Pembangunan I merangkap Penasihat Presiden R.I Bidang Industri / Pembangunan (25 Juli 1966-6 Juni 1968) 
23. Direktur Utama PT Pertamina (9 Oktober 1968-3 Maret 1976) 
24. Ketua Otorita Batam 
25. Pensiun (1976) 


Riwayat Pangkat Militer 
1. Mayor (5 Desember 1946-21 Februari 1947). 
2. Letnan Kolonel (21 Februari 1947-18 Februari 1948). 
3. Mayor (18 Februari 1948-9 Desember 1949), diturunkan pangkat karena adanya kebijakan Re-Ra (Reorganisasi dan Rasionalisasi) dalam TNI. 
4. Letnan Kolonel (9 Desember 1949-29 Desember 1956). 
5. Kolonel (29 Desember 1956-18 Oktober 1960). 
6. Brigadir Jenderal (18 Oktober 1960-1964). 
7. Mayor Jenderal (1964-1 November 1969). 
8. Letnan Jenderal (1 November 1969-Maret 1976). 
9. Pensiun (1976)

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hasil Liga Futsal Profesional: Black Steel Hajar Kancil BBK, Putri Sumsel Pesta Gol

57 tahun lalu

Tahanan Tewas di Lubuklinggau, Kapolres Klarifikasi Pernyataan Humas Polda Sumsel

57 tahun lalu

BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Lebat di Beberapa Wilayah Termasuk Sumsel

57 tahun lalu

Kasus Baru Covid-19 Sumsel Bertambah 1.042 Orang

57 tahun lalu

Hasil Liga Futsal Profesional: Sengit! Kancil BBK Vs DB Asia Imbang, Putri Sumsel Pesta Gol

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal