Kasus Stunting di Palembang Naik, Pemicunya Gaya Hidup Orang Tua

Dede Febriansyah
Kasus stunting di Palembang meningkat sebanyak 21 kasus pada November 2022. (Foto: Ilustrasi/Ist)

"Pernikahan dini dalam arti selain menikah di usia belum matang, calon orang tua tidak memikirkan kebutuhan gizi yang bakal mencukupi saat anak masih dalam kandungan," katanya.

Kepala Dinkes Palembang, Fenty Aprina mengatakan, penanganan kasus stunting juga terus digencarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dengan berinovasi dan intervensi pencegahan melalui puskemas.

"Termasuk memberikan pelatihan kepada para calon orang tua agar kebutuhan anak terpenuhi, dan tidak menghambat tumbuh kembang anak sejak masih dalam kandungan," katanya.

Sejumlah intervensi penangan stunting yang dilakukan TPPS Palembang yakni konseling gizi seimbang, pemberian makan bayi dan anak (PMBA), serta pemberian makanan tambahan seperti biskuit dan susu.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Benteng Kuto Besak, Sejarah dan Daya Tarik Peninggalan Kesultanan Palembang

57 tahun lalu

Palembang Butuh 15 Pompa Mobile untuk Tangani Banjir

57 tahun lalu

Mancing di Kolam Retensi, 2 Bocah Kakak Adik di Palembang Tewas Tenggelam 

57 tahun lalu

Bangunan Rumah Ambruk di Palembang Timpa 2 Pekerja, 1 Tewas di Tempat 

57 tahun lalu

Polisi Tangkap 3 Begal yang Gebuk Korban Beramai-ramai di Palembang 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal