Selain itu, Kapolda Sumsel juga mengaku dirinya memang mengenal keluarga Akidi Tio, terutama anak sulungnya yakni Ahong saat bertugas di Aceh Timur. "Sementara ibu Heriyanti saya tidak begitu kenal," katanya.
Kapolda Sumsel juga menceritakan, selama bertemu dengan mereka di ruangan kerjanya, yang bercerita hanya Profesor Hardy sementara Heriyanti tidak. Profesor Hardy menceritakan bahwa ada sumbangan yang nilainya Rp2 triliun dari keluarga Akidi Tio.
"Profesor Hardy bilang ada sumbangan Rp2 triliun dan uang itu berbentuk cek. Kemudian dia bilang ini dipercayakan kepada saya dan harus disampaikan," kata Kapolda.
Kapolda Sumsel juga mengaku tidak terlalu memeriksa ada atau tidaknya donasi bernilai fantastis tersebut. Sementara Heriyanti menjanjikan pencairan tersebut pada hari Senin (2/8/2021) lalu, namun hingga saat ini dana tersebut belum ada.