Kepala Subseksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Palembang Benteng Telau mengatakan, dalam evakuasi di hari ketiga, tim menyisir arus sungai dengan rafting yang akan difokuskan sejauh enam kilometer dari lokasi bus itu terjatuh.
"Tim akan menyisir ke arah timur mengikuti arus sungai Lematang karena kemungkinan masih ada korban yang belum ditemukan," kata dia.
Seperti diketahui, bus Fuso BM dengan nomor polisi BD 7031 AU terjun ke dalam jurang sedalam 150 meter. Bus itu menabrak pembatas beton saat melintas di Jalan Lintas Pagaralam-Lahat KM 9 Desa Plang Kenidai, Kelurahan Plang Kenidai, Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagaralam.
Dari hasil pemeriksaan diketahui jika si sopir bernama Ferry SIMnya sudah mati 9 tahun. Sementara kondisi bus sendiri sudah tak layak jalan mengingat sudah beroperasi selama 20 tahun sejak 1999.
Akibat dari kecelakaan ini, 35 orang meninggal dan 13 korban terluka dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Besemah Pagaralam. Sementara lebih dari 24 korban tewas sudah diserahkan ke keluarganya.