"Untuk titik rawan longsor relatif sudah banyak berkurang karena setiap tahun ada penanganan. Adanya lokasi longsor ini juga dipengaruhi oleh tipikal geografis Sumsel," kata Syaiful.
Penanganan ruas jalan nasional di Sumsel hingga kini masih dalam pekerjaan untuk mengejar kemantapan jalan hingga di atas 90 persen, mulai dari pekerjaan penanganan zero pothole, preservasi jembatan, preservasi rekonstruksi dan rehabilitasi jalan serta penanganan drainase.
Sementara itu PPK 1.1 ruas jalan nasional Peninggalan-Batas Jambi, Arief Tria mengatakan, untuk memastikan kelancaran lalu lintas menjelang akhir tahun, pihaknya telah mendirikan posko di Km 201 yakni di Desa Bayat, Desa Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin. "Sampai saat ini jalan dalam kondisi baik dan fungsional," kata Arief.
Sementara itu, PPK 1.5 ruas jalan nasional batas Palembang-Betung, Andri mengatakan, saat ini kondisi kemantapan jalan di ruas wilayahnya mencapai 87 persen.
"Kita hanya melakukan pekerjaan rutin, seperti penambalan lubang, perawatan bahu jalan, pembersihan drainase dan pembersihan rumija di kanan dan kiri jalan," kata Andri.