Jangan Dibuang, Ternyata Sampah Dapur Bisa Diubah Jadi Hand Sanitizer

berli
Sampah dapur yang selama ini dibuang ternyata dapat diolah menjadi hand sanitizer. (Foto: Ist)

Kegagalan fermentasi biasanya terjadi akibat udara yang tidak bersih sehingga dianjurkan untuk menyimpan fermentasi jauh dari tempat sampah.

”Alkohol yang tercipta pada minggu pertama proses fermentasi berubah menjadi asam asetat secara alami. Setelah proses fermentasi selesai, eco-enzim yang telah dihasilkan dicampur air dengan perbandingan 1:400, yaitu 1ml eco-enzim untuk 400ml air,” kata Suharti. 

Selain lebih ramah lingkungan karena tidak mengandung bahan kimia, riset dari Department of Chemical Engineering, National Institute of Technology Tiruchirappalli, India, menyebutkan limbah rumah tangga yang difermentasi juga berpotensi menghasilkan metana atau hidrogen yang berfungsi sebagai antiseptik. Artinya, efektivitasnya akan setara dengan produk antiseptik berbahan dasar alkohol.

"Ke depan, menggunakan metode yang sama, kami berencana memproduksi pengharum ruangan dari ekstrak bunga, kulit jeruk, dan bahan alami lainnya. Eco-enzim yang dihasilkan dari bahan-bahan alami tersebut juga memiliki fungsi lain yakni sebagai penghilang kuman,” katanya.

Melansir data dari Kementerian Kesehatan, hand sanitizer menjadi salah satu komoditas yang penjualannya meningkat selama masa pandemi selain masker dan thermometer. Peningkatan permintaan penyanitasi tangan tercatat naik sekitar 955 persen sejak Februari 2020. 

Di awal pandemi, produk penyanitasi tangan juga sempat dilanda kelangkaan. Sementara itu, survey yang dilakukan oleh salah satu platform pembanding harga, menunjukkan di awal pandemi terjadi kenaikan harga produk hand sanitizer di berbagai e-commerce hingga 81,12 persen. 

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui surat edarannya kemudian menghimbau masyarakat untuk memproduksi penyanitasi tangan sesuai pedoman World Health Organization (WHO), yakni dengan mencampurkan berbagai bahan kimia yang dianggap efektif untuk membunuh kuman seperti alkohol, hidrogen peroksida, dan gliserol.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ditjen Perbendaharaan Sebut Serapan APBN di Sumsel Lamban

57 tahun lalu

Sejak Awal Tahun, Penggunaan BBM Solar di Sumsel Turun

57 tahun lalu

Terungkap, Dana Hibah Masjid Raya Sriwijaya Dibahas di Komisi III DPRD Sumsel

57 tahun lalu

Cuaca 25 Februari, Mayoritas Wilayah Sumsel Berawan

57 tahun lalu

KPK Periksa 2 Anggota DPRD Muara Enim di Mako Brimob Polda Sumsel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal