Dubes Husin Bagis berharap melalui program kerja sama pengiriman imam ini terjadi proses saling belajar dan berbagi pengalaman antara kedua negara dalam mempromosikan pemahaman keislaman yang moderat.
“Para Imam asal Indonesia dapat belajar bagaimana Islam dijalankan di UEA dengan penuh toleransi dan berkontribusi pada penciptaan perdamaian di masyarakat, tanpa menimbulkan gesekan-gesekan. Saat nanti kembali ke Indonesia, mereka bisa menerapkan dan mempromosikan hal yang sama,“ tuturnya.
KBRI Abu Dhabi menggandeng Kementerian Agama akan terus berkoordinasi dengan Awqaf UEA untuk menyelenggarakan seleksi berikutnya. Awal Oktober 2021 lalu, Awqaf PEA telah melaksanakan seleksi calon imam di Jakarta.
Dari 89 kandidat, telah terpilih 23 imam yang saat ini masih dalam proses penerbitan persetujuan dari otoritas terkait di UEA dan diharapkan dapat segera diberangkatkan pada bulan Desember 2021.
Program pengiriman imam asal Indonesia ke UEA merupakan implementasi dari kesepakatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Syeikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan. Kedua pemimpin sepakat hingga akhir 2022, ditargetkan terdapat 200 (dua ratus) imam asal Indonesia akan bertugas di UEA.
Kedua pemimpin direncanakan akan kembali bertemu pada 3 November 2021 di Abu Dhabi. Presiden Joko Widodo dijadwalkan tiba di Abu Dhabi pada Selasa (2/11/2021) malam untuk melakukan pertemuan bilateral pada 3 November 2021.
Jokowi akan berkunjung ke Dubai pada 4 November 2021 untuk menghadiri perayaan Indonesia National Day and Cultural Performances di Expo 2020 Dubai.