Harga Cabai di OKU Sumsel Turun Drastis, Ini Penyebabnya

Antara
Harga cabai di OKU terjun bebas. (Foto: Ist)

Dia mengaku, penurunan harga ini berdampak pada daya beli masyarakat naik drastis mencapai 50 persen dari sebelumnya karena mayoritas masyarakat membeli cabai dalam jumlah banyak untuk kebutuhan Ramadan.

Sementara itu, salah seorang petani cabai asal Desa Tanjung Baru, Kabupaten Ogan Ilir, Irawan secara terpisah mengaku merugi karena harga jual cabai merah keriting dan rawit anjlok di pasaran.

"Untuk hasil panen berlimpah. Namun harga jualnya anjlok sehingga kami merugi," katanya.

Menurut dia, meruginya petani ini karena modal menanam cabai mulai dari pembibitan tidak sesuai dengan hasil yang didapat.

"Kami berharap dinas terkait melakukan monitoring pasar agar harga jual cabai kembali normal," harapnya.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Resmi, Warga Sumsel Boleh Mudik Lokal Dalam Provinsi

57 tahun lalu

Kasus Aktif Covid-19 di Sumsel Menurun Selama PPKM

57 tahun lalu

Polda Lampung, Sumsel dan Banten Gelar Rakor Operasi Ketupat

57 tahun lalu

YLKI Sumsel Akan Temui Jason Tjakrawinata di Sel Tahanan, Ada Apa?

57 tahun lalu

Berulang Kali Warga Tewas Diserang Buaya di Banyuasin, Ini Kata BKSDA Sumsel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal