Gejala Menyerupai Covid-19, Dinkes Palembang Ingatkan Warga soal DBD

Dede Febriansyah
Kepala Dinkes Palembang, Fenty Aprina. (Foto: Dede F)

Fenty menuturkan, DBD merupakan penyakit yang perlu penanganan cepat dan pencegahan tepat, terlebih pihaknya juga telah mendapat laporan dari daerah dengan kasus cukup tinggi.

"Berdasarkan data yang dimiliki, pada tahun lalu di bulan yang sama kasusnya lebih tinggi di tahun 2022 ini," katanya.

Fenty juga mengimbau masyarakat terus menjaga kebersihan lingkungan rumah, terutama kebersihan penampungan air dan bak mandi. Pasalnya, sumber nyamuk paling banyak dari tempat penampungan air.

"Nyamuk ini senang ada di air bersih, jadi tutup dan jaga kebersihannya. Kalau tidak, bakal menjadi sarang nyamuk DBD," katanya.

Diungkapkan Fenty, wilayah Palembang yang menjadi langganan kasus DBD terbanyak berada di kawasan padat penduduk, seperti Sako dan Sukarami. Namun jika dibandingkan 2021 ke 2020, angka kasus DBD justru menurun.

"Awal Februari ini kasus tertinggi ada di Kecamatan Sukarami dengan 14 kasus, Sako 6 kasus, dan Ilir Barat I 1 kasus," katanya.
 

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tahanan Polsek Lubuklinggau Utara Tewas Luka Lebam, Begini Respons Polda Sumsel

57 tahun lalu

Covid-19 Melonjak, Dinkes Sumsel Keluarkan Surat Edaran untuk Rumah Sakit

57 tahun lalu

BMKG: Waspada Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Sumsel

57 tahun lalu

5 Pasien Covid-19 di Sumsel Meninggal, Dinkes Sebut Belum Vaksin Lengkap

57 tahun lalu

Peringatan Dini BMKG: 6 Daerah di Sumsel Berpotensi Hujan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal