Erick Thohir Sebut BUMN Masih Butuh Dana Segar

Suparjo Ramalan
Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Ist)

Utang BUMN di sektor konstruksi itu disebabkan adanya kebutuhan dana untuk menggenjot proyek-proyek strategis yang tengah digodok saat ini. "Sekarang ini suka tidak suka pembangunannya butuh dana sangat besar, tetapi karena masih Covid-19 penurunannya sangat signifikan," katanya.

Di pasar modal, akumulasi dana terus diupayakan melalui Initial Public Offering (IPO). Tercatat ada 27 emiten negara yang sudah melantai di Bursa Efek Indonesia. Erick bahkan menyebut, kapitalisasi saham BUMN di BEI pun mengungguli saham perusahaan lainnya.

Upaya itu tak lain untuk memperoleh biaya dari para investor baik dalam dan luar negeri. Pendiri Mahaka Group itu mencatat harga saham BUMN di pasar modal pun diapresiasi para investor.

"Kapitalisasi pasar BUMN karena value (nilai) BUMN ada 27 yang sudah go public, alhamdulillah kemarin saham-saham BUMN sendiri sangat positif di bursa. Yang tidak lain karena ada dua hal. satu, good corporate governance yang sangat terbuka. kedua, kita melakukan proyek-proyek masa depan, seperti EV battery," tutur Erick.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

DPR Dukung Langkah Cepat Kementerian BUMN Produksi Vaksin Covid-19  

57 tahun lalu

3 BUMN dengan Utang Paling Besar, PTPN Tembus Rp48 Triliun 

57 tahun lalu

Erick Thohir Optimistis Target Dividen BUMN Tahun Ini Tercapai

57 tahun lalu

Bakal Bentuk Holding Ultra Mikro, Ini Tujuan Utama Kementerian BUMN 

57 tahun lalu

Kementerian BUMN Sebut UMKM Masih Jago Kandang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal