"Tetapi sebelum China menyerang Taiwan, ia harus mempertimbangkan kapasitas Taiwan yang ada untuk menyerang Beijing...China harus berpikir dua kali sebelum menginvasi Taiwan," ujarnya.
Rezim Komunis China merespons melalui Kantor Urusan Taiwan pada hari Rabu, di mana juru bicara kantor itu; Ma Xiaoguang, melontarkan ancaman balik.
Menurutnya, dalam bahasa Beijing, mereka yang menolak penyatuan Taiwan dengan daratan utama China adalah pendukung kemerdekaan Taiwan. "Ocehan anggota kemerdekaan pro-Taiwan yang keras kepala seperti You Si-kun hanya memperlihatkan sifat hiruk pikuk mereka," kata Ma.
"Jika [mereka] berani memukul batu dengan telur, itu hanya akan mempercepat kematian [mereka]," ujarnya, seperti dikutip dari Newsweek, Kamis (16/6/2022).
Taiwan memproduksi berbagai rudal untuk pertahanan anti-kapal dan anti-udara, tetapi kemampuan ofensifnya menjadi bahan spekulasi reguler. Pada bulan Januari, legislatif Taiwan menyetujui anggaran khusus USD8,55 miliar untuk produksi rudal secara massal.