Sebelum bentrokan, aksi demonstrasi aliansi mahasiswa di halaman DPRD OKU berjalan tertib dengan pengawalan Kodim 0403/OKU dan Polres OKU. Mereka menyuarakan penolakan kenaikan tunjangan DPR RI, desakan pengesahan RUU Perampasan Aset hingga tuntutan transparansi publik.
Bupati OKU, Ketua DPRD, dan Dandim 0403 sempat menemui mahasiswa untuk mendengar langsung aspirasi mereka. Kericuhan dipicu kekecewaan kelompok masyarakat nonmahasiswa yang tidak diizinkan masuk ke area DPRD.
Mereka melempari petugas dengan batu, botol air mineral, bahkan pecahan pot bunga yang ada di sekitar gedung. Aparat akhirnya mengerahkan water cannon untuk mengendalikan massa yang berusaha merobohkan pagar DPRD.
Kapolres Endro menegaskan pihaknya tidak segan menindak tegas siapapun yang mencoba mengacaukan suasana kondusif di OKU.
“Masyarakat jangan mudah terprovokasi apalagi saat melihat medsos, tetap jaga diri dan keluarga,” katanya.