Data Pasien Corona Pusat dan Daerah Berbeda, Begini Kata Presiden Jokowi

Antara
Presiden Joko Widodo (Antara)

JAKARTA, iNews.id - Data pasien virus corona atau Covid-19 yang dipaparkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pemerintah pusat dengan pemerintah daerah kerap berbeda. Perbedaan data ini kerap membuat masyarakat kebingungan.

Perbedaan data itu membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka suara saat membuka rapat terbatas bersama jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju lewat telekonferensi, Senin (13/4/2020).

Jokowi meminta semua data dari kementerian maupun pemda bisa terintegrasi secara baik di Gugus Tugas sehingga data yang disajikan mudah dipahami dan seragam antara pusat dan daerah.

"Saya minta semua data dan informasi terkait pasien corona bisa jelas dan terdata secara baik," perintah Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta data-data yang disajikan tidak hanya pasien positif, pasien sembuh, dan pasien meninggal dunia saja. Tetapi meliputi perkembangan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP).

Tak hanya itu, dia juga mendorong agar data tersebut diperbarui setiap hari dan kebih terpadu.

Editor : Nur Ichsan Yuniarto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Wujudkan Zona Hijau, Babel Terus Sosialisasikan Prokes Covid-19

57 tahun lalu

Jelang Nataru, Dinkes Kaltim Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19

57 tahun lalu

Waspadai Ancaman Teror Bom Jelang Nataru, Polda Babel Siagakan 1.930 Personel

57 tahun lalu

Warga Serbu Layanan Vaksinasi yang Digelar Polres Sukoharjo, Ada Hadiah Motor

57 tahun lalu

Rusia Klaim Vaksin Hidung Buatannya Ampuh Lawan Virus Corona

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal