Daerah penghasil kopi terbesar di Sumsel berikutnya adalah Kabupaten Empat Lawang, salah satu daerah yang berada di sekitar Gunung Dempo. Produksi biji kopi di Empat Lawang mencapai 50.000 ton. Kopi dari Empat Lawang juga sudah terkenal dan menjadi oleh-oleh yang khas.
Jika berkunjung ke Empat Lawang terutama di pedesaan, jangan heran jika tanah lapang dan jalan dipenuhi biji kopi yang sedang dijemur. Selain kopi, oleh-oleh khas dari Empat Lawang adalah lempok durian.
Daerah penghasil kopi terbesar ketiga di Sumsel yakni Kabupaten Muara Enim sebanyak 27.652 ton. Kopi di Muara Enim yang paling populer dengan sebutan kopi semendo. Sudah terdapat pengemasan serbuk kopi dengan merek semendo.
Semendo merupakan dataran tinggi yang masih sangat alami dan sejuk di Muara Enim. Selain sentra kopi, banyak petani di wilayah ini yang menanam kentang dan strawberry.
Di urutan keempat daerah penghasil kopi terbesar di Sumsel adalah Kabupaten Lahat. Sebelum pemekaran, Kabupaten Empat Lawang merupakan bagian dari Kabupaten Lahat yang dikenal sebagai kabupaten kaya. Selain penghasil kopi, Lahat juga sentra pertanian lain dan menjadi rumah puluhan perusahaan tambang batu bara.