“Orang tua kami meminta agar kami segera pulang,” ujar Adam.
Adam dan teman-temannya juga belum mengetahui sampai kapan akan di Palembang. Pihak kampus belum bisa memastikan kondisi perkuliahan setelah libur sampai 15 Februari nanti. Mereka hanya diminta tidak kembali ke China sebelum ada pemberitahuan lebih lanjut.
“Jadi belum ada tanggal yang pasti. Kalau sudah ada informasi dari kampus bahwa situasi di sana sudah aman, kami akan kembali kuliah,” kata Adam.
Adam dan enam mahasiswa lain asal Sumsel dari China tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang dengan Maskapai Lion Air dari Jakarta, sekitar pukul 17.20 WIB.
Setibanya di Bandara SMB II ketujuh mahasiswa itu turun paling terakhir kemudian melewati alat pemindai suhu tubuh, kemudian petugas media dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara SMB II Palembang memeriksa mereka lebih dalam.
Para petugas KKP Bandara SMB II Palembang mengecek kondisi tujuh mahasiswa itu menggunakan alat pemindai suhu digital dan mewawancarainya terkait riwayat perjalanan mereka, masing-masing selama 15 menit. Setelah pemeriksaan, ketujuh mahasiswa tersebut bisa pulang ke Kota Palembang, OKI, Muara Enim, Prabumulih dan Tulung Selapan.