Meski kinerja ekspor menurun, namun BPS mencatat bahwa neraca perdagangan Sumsel masih surplus.
“Masih surplus karena nilai ekspor masih lebih besar ketimbang impor, meskipun jika dibandingkan bulan-bulan sebelumnya surplus ini lebih kecil,” kata Endang.
Pada bulan Mei 2020, Sumsel masih surplus sebanyak 182,89 juta dolar AS. Hal itu berasal dari kinerja total ekspor yang sebanyak 240,84 juta dolar AS sementara nilai impor mencapai 57,95 juta dolar AS.
“Secara negara tujuan, perdagangan kita masih surplus surplus dengan Tiongkok, Amerika Serikat dan Malaysia,” kata dia.