"Tiba-tiba terdengar bunyi letusan dan terlihat kilat petir menyambar mengenai tiang kayu dalam pondok yang menjadi sandaran korban," katanya.
Akibatnya, tiang kayu yang menjadi sandaran korban patah sehingga korban tersungkur dalam posisi jatuh terbaring.
"Saat dilihat, kondisi tubuh korban terluka bakar dan memar serta mengelupas pada punggung," ucapnya.
Selanjutnya, korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi untuk mendapatkan pertolongan. Namun nahas, nyawa korban tidak tertolong lagi dan dinyatakan meninggal dunia.
"Keluarga korban telah menerima secara ikhlas peristiwa tersebut dan menolak untuk dilakukan upaya autopsi kepada korban," ujar Teguh.