Benteng Kuto Besak, Sejarah dan Daya Tarik Peninggalan Kesultanan Palembang

berli
Benteng Kuto Besak merupakan satu-satunya benteng yang dibangun pribumi yakni Kesultanan Palembang. (Foto: Istimewa)

Pembangunan Benteng Kuto Besak merupakan gagasan Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo atau SMB I yang berkuasa sekitar 1724-1758. SMB I juga pendiri Masjid Agung yang pada masa itu disebut sebagai Masjid Sulton. Benteng Kuto Besak dibangun untuk menjadi keraton sekaligus pertahanan Kesultanan Palembang.

Setelah Belanda masuk dan berhasil merebut kekuasaan, Benteng Kuto Besak dijadikan markas dengan sebutan nieuwe keraton atau keraton baru. Sedangkan Sultan Mahmud Badaruddin II yang berkuasa saat itu bersama keluarga diungsikan ke Ternate. 

2. Dibangun pakai batu kapur hingga putih telur

Informasi menarik lainnya dari Benteng Kuto Besak yakni dibangun menggunakan bahan batu dan batu kapur serta bubuk tumbukan kulit kerang. Konon, sebagai bahan penguat tambahan juga digunakan putih telur dan rebusan tulang serta kulit sapi dan kerbau. Benteng berbentuk persegi empat dengan ukuran panjang 290 meter, lebar 180 meter, dan tinggi 6,60 meter-7,20 meter. 

Lawang borotan atau pintu belakang Benteng Kuto Besak. SMB II terakhir keluar melalui Lawang Borotan untuk dibawa ke Sekanak sebelum diungsikan ke Ternate oleh Belanda. (Foto: Berli)

3. Kompleks Benteng Kuto Besak

Benteng Kuto Besak terus berdiri tegak hingga kini. Namun, Benteng Kuto Besak hanya dapat dinikmati atau dilihat dari luar, karena saat ini di dalamnya dijadikan perkantoran atau Markas Kesdam II Sriwijaya. 

Sekitar Benteng Kuto Besak (BKB) merupakan objek wisata sekaligus taman terbuka bagi warga Kota Pempek. Di bagian depan tepat di pinggiran Sungai Musi terdapat pelataran Benteng Kuto Besak yang menjadi tempat terbuka untuk menikmati pemandangan Sungai Musi dan Jembatan Ampera. 

Kemudian juga pelataran Benteng Kuto Besak sering dijadikan tempat upacara atau kegiatan pemerintahan hingga kongser musik. Selain pelataran, di sekitar BKB terdapat banyak bangunan bersejarah yang menjadi tempat wisata, mulai dari Jembatan Ampera, Museum SMB II, Masjid Agung dan Sekanak yang dulu tempat tinggal bangsawan Kesultanan Palembang dan pusat perdagangan di masa kolonial Belanda. 

Di Pelataran Benteng Kuto Besak juga terdapat dermaga tempat wisatawan menyewa perahu rakyat jika ingin berwisata di Sungai Musi. 

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Atur Strategi Pemenangan, Perindo Target Miliki Fraksi di DPRD Palembang

57 tahun lalu

Melawan Polisi, Pelaku Curanmor di Palembang Keok Ditembak

57 tahun lalu

Dipaksa Layani Pria Hidung Belang, Wanita Palembang Ini Kabur dari Kafe di Pangkalpinang

57 tahun lalu

Lepas Kontingen Pramuka Saka Bhayangkara Ikut Pertikaranas di Palembang, Ini Pesan Kapolda Sulut

57 tahun lalu

Orang Palembang Putih dan Bermata Sipit, Ini Jawabannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal