"Tempat isolasi yang disebut Pemprov Sumsel ini gratis, tanpa biaya. Jadi harapan saya, pasien Covid-19 yang tidak memiliki gejala ataupun bergejala ringan tidak langsung ke rumah sakit agar BOR tidak tinggi, melainkan bisa perawatan di tempat isolasi ini saja," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Lesty Nurainy mengatakan, Asrama Haji dipersiapkan untuk isolasi pasien Covid-19. Namun ini sifatnya dipersiapkan, karena untuk Wisma Atlet masih banyak tersedia tempat isolasi.
"Untuk di Wisma Atlet Jakabaring disediakan tiga tower, masing-masing tower ada 54 kamar dengan kapasitas 100 tempat tidur. Untuk saat ini satu tower saja belum penuh, jadi untuk di Wisma Atlet masih cukup banyak ketersediaan kamarnya," katanya.
Dijelaskan Lesty, ketika di Wisma Atlet penuh maka Asrama Haji siap dibuka. Sehingga masyarakat Sumsel tidak perlu khawatir tentang tempat isolasi mandiri. "Hanya saja tetap diimbau terapkan protokol kesehatan (Prokes), harus dilaksanakan dengan penuh kesadaran. Itu Demi diri sendiri keluarga dan orang lain, supaya penularan dapat ditekan," katanya.