AS Ancam Sanksi Negara yang Berbaik Hati dengan Suriah

Muhaimin
Bashar Al-Assad kembali memenangkan pemilihan presiden (pilpres) Republik Arab Suriah. (Foto: Reuters)

WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap negara Arab mana pun yang berani menormalisasi hubungan dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Assad terpilih kembali sebagai presiden untuk masa jabatan keempat bulan lalu

Assad terpilih kembali dalam apa yang disebut Barat sebagai “pemilu tidak sah". Dia telah memerintah negaranya sejak tahun 2000. Selama sepuluh tahun terakhir, tindakan kerasnya yang mematikan dan penindasan brutal terhadap apa yang dimulai sebagai protes pro-demokrasi damai pada tahun 2011 telah merusak masa jabatannya.

Meskipun didepak keluar dari Liga Arab, negara-negara di Timur Tengah telah melunakkan sikap mereka terhadap Assad dan pemerintahannya dalam beberapa tahun terakhir.

Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain membuka kembali kedutaan mereka di Damaskus pada 2019, dan tahun lalu, Oman menjadi negara Teluk pertama yang mengirim duta besarnya kembali ke Suriah.

Suriah juga telah mendorong lebih banyak negara di kawasan itu untuk menormalkan hubungan. Namun, murka sanksi ekonomi AS terus menjadi ancaman.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tangkap 8 Kurir, Polda Sumsel Sita 3,5 Kg Sabu Sebagian Besar Tujuan Lampung 

57 tahun lalu

Puluhan Remaja Masjid di Sumsel Ikuti Lomba MTQ dan Ceramah Singkat

57 tahun lalu

Melonjak, Covid-19 Sumsel Hari Ini Bertambah 202 Kasus

57 tahun lalu

Serangan Rudal Hantam Rumah Sakit dan Perumahan di Suriah, 13 Orang Tewas

57 tahun lalu

Suriah Sukses Cegat Rudal Israel di Damaskus

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal