Alat Pemantau Hujan BMKG di Musi Rawas Dicuri, Sistem Peringatan Dini Tak Optimal

Era Neizma Wedya
Alat pemantau hujan milik BMKG di Balai Penyuluh Pertanian, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan (Sumsel) dicuri orang. (Foto: Era Neizma).

Dia menjelaskan, wilayah Musi Rawas, Musi Rawas Utara dan Lubuklinggau termasuk daerah dengan curah hujan tinggi. Musim hujan biasanya berlangsung dari September hingga Juni, sehingga risiko banjir cukup besar.

“Sebagai contoh, pada Maret 2025 banjir di Musi Rawas merendam sekitar 300 rumah dan pada April 2024 hampir 3.000 rumah di Musi Rawas Utara terdampak. Karena itu, peran instrumen pemantau hujan ini sangat vital,” ucapnya.

Dia menuturkan, penggantian alat yang hilang tidak bisa dilakukan dengan cepat karena harus melalui proses pengajuan dan pengadaan resmi. Kondisi ini, kata dia membuat informasi dari BMKG kepada masyarakat menjadi kurang akurat dan tepat waktu.

Menurutnya, pencurian alat BMKG bukanlah hal baru. “Januari 2025 lalu, instrumen Automatic Agroclimatology Weather Station (AAWS) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) juga sempat digondol pencuri. Dalam 10 tahun terakhir, kasus serupa terjadi sedikitnya lima kali di sejumlah daerah di Sumsel,” katanya.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Waspada! Banjir Rob Berpotensi Landa Sejumlah Pesisir hingga 30 Agustus

57 tahun lalu

Banjir di Ulujami Jaksel, 8 RT Terendam Imbas Meluapnya Kali Swadarma

57 tahun lalu

Gempa Dangkal Getarkan Cirebon Jabar, Cek Magnitudonya!

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Berpusat di Darat Guncang Tanggamus Lampung, Cek Magnitudonya

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini M 4,0 Guncang Pasaman Sumbar, Berpusat di Darat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal