Aktivitas Penyerapan APBD di Sumsel Dinilai Masih Lamban

Dede Febriansyah
Kepala Kanwil DJPb Sumsel, Lydia Kurniawati Christyana. (Foto: Dede F)

"Dukungan dana pusat melalui TKDD masih menjadi faktor dominan untuk pendanaan di Provinsi Sumsel. Pada beberapa daerah seperti Muratara, Pali, OKU Selatan dan Lahat, data pendapat dan belanjanya masih kosong, kemungkinan belum terupdate diaplikasi saja," katanya.

Lydia juga meminta agar pemerintah daerah berkomitmen untuk menginput data di dalam sistem yang sudah disediakan. Karena terlihat masih kurangnya komitmen dari Pemda untuk menginput dalam sistem yang disediakan, sedangkan yang dilihat hanya data yang terinput di sistem.

"Untuk serapan belanja kami mengimbau jangan jadikan Covid-19 sebagai alasan. Kita sudah 2 tahun pandemi Covid-19, maka sudah ada pembelajaran bagaimana kegiatan pemerintahan bisa dijalankan saat pandemi dan tidak dijadikan alasan rendahnya serapan belanja," katanya.

Dijelaskan Lydia, belanja barang tahun ini ada 10,69 persennya yang merupakan belanja barang yang diserahkan ke masyarakat seperti penyediaan akses rumah layak huni dan untuk rehab, serta yang lainnya. "Jadi, infrastruktur, konektivitas, aksesibilitas dan sesuai tema kemandirian pangan," katanya.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Soal Kekurangan Anggaran untuk Bonus Atlet PON, KONI Sumsel Minta Pemprov Bijak

57 tahun lalu

Oknum Polisi Dilaporkan ke Propam Polda Sumsel karena Diduga Pegang Mobil Kredit Macet

57 tahun lalu

Polda Sumsel Kerahkan Semua Kekuatan Kejar Target Vaksinasi 100 Persen

57 tahun lalu

Atlet Tagih Janji Bonus Medali PON Papua, Begini Jawaban Dispora Sumsel

57 tahun lalu

Sejumlah Wilayah di Sumsel Cerah Berawan Hari Ini

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal