Aktivis Sebut Banyak Gadis di Sumsel Alami Kekerasan Dalam Pacaran

Antara
Ilustrasi kekerasan dalam pacaran yang dialami perempuan di Sumsel tinggi. (Foto: Ist)

Menurut dia, kekerasan dalam pacaran diklasifikasi khusus karena kondisi spesifiknya dibedakan dari kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), perkosaan, dan pelecehan seksual.

DIbanding korban-korban KDRT yang sudah berani melapor ke WCC atau lembaga terkait, korban kekerasan dalam pacaran masih cenderung enggan mengungkapkan kasusnya karena korban masih menganggapnya sebagai aib, sehingga merasa tidak perlu dilaporkan, terutama para wanita yang ditinggalkan pacarnya dalam keadaan hamil (si laki-laki tidak bertanggung jawab).

"Kekerasan tidak mesti bentuknya fisik, ancaman dan janji termasuk kekerasan, misalnya laki-laki yang berjanji akan menikahi si pacar setelah berhubungan badan tapi ternyata ujungnya si laki-laki kabur, itu juga termasuk kekerasan, korban kasus ini bahkan sudah menyentuh usia pelajar SMP," ujar Yeni.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Polisi Tembak 2 Penjambret Ponsel Penjaga Konter di Palembang yang Viral

57 tahun lalu

Dewan Kesenian Palembang Mulai Gaungkan Kegiatan Seni

57 tahun lalu

Pengguna Tol Palembang-Lampung Keluhkan Jalan Bergelombang

57 tahun lalu

Puluhan Ribu Warga Palembang Nunggak Listrik, PLN Beber Dampaknya

57 tahun lalu

Palembang Usul Penambahan Kuota Vaksin Untuk Guru

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal