Selama berpisah, kata Susanti, dirinya pernah memberi kesempatan kepada MYE agar merubah sifat kasar yang dilakukan kepadanya sebagai syarat untuk bisa merajut rumah tangga kembali dengannya.
"Suami saya tidak pernah menjatuhkan talak ke saya. Tapi saya sudah tidak mau sama dia. Saya tidak tahan lagi hidup dan tinggal sama suami seperti itu. Kesempatan yang yang saya beri agar dia bisa berubah tampaknya tidak dilakukannya," kata Susanti.
Dikatakan Susanti, dirinya juga sering memergoki suaminya tersebut beberapa kali berusaha masuk ke rumah orang tuanya dengan cara mencongkel pintu dan jendela hingga mematikan aliran listrik.
"Saya juga beberapa kali mendapati dia mencongkel rumah ibu saya. Waktu itu saya dengar seperti ada suara orang congkel pintu. Saya pikir itu ibu sudah pulang, tapi ternyata bukan. Saya lihat dia yang congkel, terus saya teriak maling jadinya dia pergi," ujarnya.
Dengan adanya kejadian tersebut, Susanti sangat berharap polisi segera menangkap suaminya yang hingga kini masih bebas berkeliaran di luar sana.
“Saya merasa terancam, bagaimana kalau dia kembali melakukan yang tidak-tidak ke saya dan keluarga. Saya berharap polisi segera menangkap dia. Soalnya perbuatan dia benar-benar sudah sangat keterlaluan. Sudah sangat membahayakan nyawa saya dan keluarga," kata Susanti.