67 Persen Wilayah Sumsel Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan

Antara
Sebagian besar wilayah Sumsel rawan karhutla. (Foto: Ilustrasi/Fitriadi)

Kejadian karhutla di enam kabupaten/kota ini umumnya mulai terjadi di Mei lalu mengalami puncak pada Oktober. Atas dasar ini, Satgas Karhutla sudah disiagakan sebelum Mei sebagai langkah antisipasi dan mitigasi.

“Belajar dari pengalaman yang sudah-sudah, Sumsel sudah mengetahui kapan saat yang menjadi prioritas dalam penanganan karhutla,” katanya.

Menurutnya, dalam perencanaan terkait penanggulangan karhutla ini harus disesuaikan dengan curah hujan karena dari riset yang dilakukan sebelumnya diketahui terdapat kaitan erat antara hotspot dan curah hujan.

Perlu juga dicermati untuk penanggulangan karhutla tahun 2022 ini bahwa kini terjadi pergeseran pola kebakaran jika mengamati berdasarkan fungsi ekosistem gambut.

Pada 2015, karhutla banyak terjadi di hutan produksi sementara pada 2019 di kawasan HPL (Hak Penggunaan Lain). Pada 2015 juga banyak terjadi pada gambut fungsi lindung, sedangkan pada 2019 beralih ke gambut fungsi budidaya.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Termasuk OKI, 3 Kabupaten Jadi Proyek Pencegahan Karhutla Berbasis Klaster

57 tahun lalu

Pemerintah Siap Luncurkan Standardisasi Penanganan Karhutla

57 tahun lalu

Hadapi Ancaman Karhutla, Pemkab Barito Selatan Gelar Simulasi Pemadaman Api

57 tahun lalu

Karhutla Melanda Lahan di Pemulutan Ogan Ilir, Ini Penjelasan Manggala Agni

57 tahun lalu

Rawan Karhutla, Sumsel Ajukan 8 Helikopter ke BNPB

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal