"Kalau bisa, saat masa erupsi dilarang pendakian ke Gunung Kerinci demi menjaga keamanan dan meminimalisir risiko," kata Chua.
Dia menambahkan, erupsi ini sudah biasa terjadi sehingga warga tidak perlu panik.
"Kami imbau agar tidak membesar-besarkan hal ini, karena erupsi ini sudah biasa, sehingga tidak terjadi kepanikan di masyarakat, jadi tunggu pemberitahuan lebih lanjut dari pihak yang berwenang seperti BMKG dan Taman nasional," kata dia.
Sementara itu Camat Kayu Aro, Edi Ruslan, juga mengaku juga melihat Gunung Kerinci mengeluarkan asap tebal.
“Meskipun jarak cukup jauh, tapi juga nampak jelas, asap tebal keluar dari kawah Gunung Kerinci, beda dari seperti hari biasanya," katanya.
Namun Edi mengatakan kejadian itu tidak mengganggu aktivitas warga.
"Warga tetap ke ladang menjalankan aktifitas seperti biasa,” katanya.