Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Arfian, trotoar itu dibangun untuk wisatawan yang berjalan kaki, bukan untuk tempat berdagang PKL.
"Penertiban itu kegiatan rutin dari petugas Satpol PP. Kan trotoar dibangun untuk pejalan kaki bukan tempat jualan," kata Arfian.
Sebelumnya, Wali Kota Padang Mahyeldi dimaki PKL. Hal ini terjadi karena Mahyeldi memarahi pedagang itu lantaran berjualan di trotoar Pantai Padang, Sumatera Barat (Sumbar).
Mahyeldi mendatangi sekelompok PKL. Kemudian Mahyeldi menyapa dan menegur agar mereka tidak menjajakan dagangannya di atas trotoar karena melanggar aturan.
Namun bukannya menerima, pedagang langsung memaki wali kota dengan menyampaikan yang dilakukan semata untuk bertahan hidup bukan mencari kekayaan.
Tak hanya itu, ibu-ibu PKL itu juga mengucapkan kata-kata kasar dalam bahasa minang kepada Wali Kota Padang Mahyeldi. Bahkan, ada satu pedagang yang melempar gelas berisi air di hadapan Mahyeldi.