Itman menambahkan, selama penerapan sosial berskala besar (PSBB) tahap I, dia dan pedagang lainnya tidak menerima bantuan dari pemerintah.
“Kami tak pernah tersentuh bantuan dari pemerintah,” katanya.
Dia mengaku tak ingin menentang pemerintah, namun jika dia tak berdagang lagi maka tak akan ada penghasilan untuk hidup.
“Kalau pasar ditutup kami makan apa?” kata dia.
Selain itu, Itman dan pedagang lainnya menolak tes swab yang dilakukan kepada para pedagang.
“Data pedagang yang positif itu diinformasikan dinas perdagangan, data itu tidak valid,” katanya.
Untuk diketahui, sudah ada 50 kasus positif Covid-19 dari klaster Pasar Raya Padang.
Sementara itu, pasien positif Covid-19 di Kota Padang tercatat ada 177 kasus. Sebanyak 40 orang sembuh dan 14 orang meninggal dunia.