Ada yang unik di kedai nasi milik Hajah Lena Muhammad Nasir ini. Selain karena harga yang relatif terjangkau, pengunjung diperbolehkan mengambil lauk (sambal) sesuka hati. Sedangkan nasi diambilkan oleh pelayan kedai.
“Dari dulu saya ingin menciptakan tempat makan yang nyaman bagi siapa saja, selain nyaman, juga nikmat dan mengenyangkan,” katanya.
Menu masakan di kedai nasi “Al Ananda” ini pun tidak monoton. Selalu berganti, diantaranya seperti goreng ikan, samba lado tanak, asam padeh ikan, sup ayam, dan lainnya.
Lena mengaku, awalnya dirinya berjualan Nasi Padang dengan harga sama dengan rumah makan kebanyakan, Rp18.000 seporsi. Namun sejak pandemi Covid-19 melanda, dirinya menurunkan harga menjadi Rp5.000 seporsi tanpa mengurangi porsi dan rasa. Lena tidak ingin siapa saja yang bersantap di kedai nasi miliknya merasa terbebani dengan harga.
“Saya tidak pernah menghitung berapa modal atau untung, yang saya tahu, setiap berbelanja kebutuhan untuk kedai ini pasti selalu ada uang, bahkan selalu berlebih,” katanya.