Karena dapat membahayakan dan bisa menularkan ke warga, penderita penyakit kusta tersebut diasingkan ke tengah hutan dan jauh dari masyarakat.
Karena rindu dengan orang tuanya setelah diasingkan puluhan tahun, penderita penyakit kusta tersebut ingin pulang kampung. Dia ingin melihat keadaan orang tua dan kampungnya.
"Ini adalah siasat penderita sakit kusta untuk menemui orang tuanya dengan cara memakai topeng labu," katanya.
Borju menuturkan, hubungan dengan tradisi pawai topeng labu ini di masyarakat yakni adanya nilai sosial kesetaraan manusia.
Diketahui, tradisi topeng labu di Kabupaten Muarojambi ini justru lahir dari suatu cerita rakyat. Sementara di luar negeri, identik dengan perayaan yang dinamakan Halloween. Bedanya lagi, para peserta pawai terutama pria menggunakan baju daster yang biasa digunakan perempuan.