"Untuk saat ini kami mendirikan dulu lima buah (tenda) di Sungai Kunyit. Selanjutnya akan dimintakan tambahannya ke provinsi 15 buah lagi dan disebar ke titik pengungsian", kata Hapison.
Seorang warga Sungai Kunyit, Samin (65), mengaku bersama warga lainnya masih belum berani kembali ke rumah sebab gempa susulan masih sering dirasakan. "Untuk sementara kami mendirikan tenda darurat menggunakan terpal tapi belum tahu sampai kapan," kata dia.
Dia mengatakan, kondisi rumah di desanya sudah banyak yang rusak akibat gempa itu, sehingga dikhawatirkan akan roboh kalau terjadi gempa susulan.
"Kami takut kalau balik ke rumah nanti akan ditimpa bangunan kalau terjadi gempa susulan sehingga memilih tenda darurat," kata dia.
Warga lainnya, Safrizal, mengaku rumahnya termasuk yang rusak berat dan tidak bisa dihuni lagi akibat gempa tersebut sehingga untuk sementara waktu ia dan keluarganya tidur di tenda darurat. "Rumah saya harus dirobohkan lagi dan dibangun lagi dari awal sebab kondisinya rusak parah," ujarnya.