Mendengar niat Samara, ayah dan ibunya pun terharu. Keduanya setuju dengan permintaan Samara. Dita mengatakan, ketiga ekor kambing tersebut memang milik Samara yang dipelihara sejak kambing masih kecil. Samara bahkan kerap menggembalakan kambing bersama ayahnya.
“Dia awalnya lihat status Kak Billy, lihat berita Asrama Putra MTI terbakar. Kami langsung berembuk bertiga. Kata Samara, kambing kalau dijual dengan manusia harganya cuma segini, bagaimana kalau kita jual-beli dengan Allah? Ya kami langsung setuju,” kata Dita, ibu Samara.
Ketulusan niat Samara untuk dapat menyumbang korban kebakaran pun menggugah hati banyak warga. Hanya dalam hitungan menit setelah niat Samara menjual kambing diposting di media sosial oleh Komunitas Sedekah Seribu Sehari (S-3) Bukittinggi-Agam, pada Selasa (29/9/2020), postingan itu viral di media sosial. Tak lama, ditemukan dermawan yang mau membeli kambing Samara dengan harga Rp5 juta untuk ketiga ekor kambing.
Koodinator S3 Bukittinggi-Agam, Siti Rahmah Yanti, mengatakan, awalnya mereka mendapat informasi ada seorang anak yang mau menjual kambingnya. Mereka kemudian membantu mencari pembeli. Akhirnya, mereka menekukan dermawan yang membeli kambing Samara.
Bahkan, dermawan itu juga berniat menyumbangkan kambing yang dibeli untuk disembelih. Dagingnya untuk dimakan santri penghuni asrama korban kebakaran MTI Kapau.