"Wisatawan yang datang dari luar Sumbar juga wajib swab," kata dia.
Irwan mengatakan pembukaan destinasi wisata itu akan membantu pemulihan perekonomian Sumbar setelah dihantam wabah Covid-19. Industri pariwisata adalah penyumbang terbesar untuk Product Domestic Regional Brutto (PDRB) Sumbar.
"Sektor pertanian memang terdampak COVID-19, tetapi tidak terlalu parah. Produksi tetap jalan dan hasilnya tetap dibeli. Sektor industri dan jasa adalah yang paling parah terkena dampak, karena itu wajar jika mendapatkan stimulus," ujarnya.
Stimulus yang diberikan kepada sektor wisata di antaranya adalah fasilitas untuk swab gratis bagi wisatawan dan pelaku usaha pariwisata.
“Jika dilakukan secara mandiri, masyarakat harus membayar sekitar Rp2,5 juta untuk mengikuti tes swab PCR tersebut,” kata dia.