Roni melanjutkan, pelaku baru satu minggu datang ke Bukittinggi dari Kota Palembang, Sumatera Selatan, dan punya pengalaman yang sama mencuri kotak masjid.
Pelaku juga membobol kotak masjid di dua tempat di Bukittinggi, bahkan sebelumnya sudah sering beraksi di Palembang sebelumnya.
"Saat digeledah, pelaku membawa bermacam jenis kunci dan perkakas untuk membobol kotal amal, bahkan ada jimat berupa keris dan berbagai buhul serta ramuan yang ikut dibawanya," kata dia.
Pihak Kepolisian dan Pengurus Masjid Jihad Tangah Jua kemudian mengambil langkah kekeluargaan dengan pelaku yang diminta berjanji tidak mengulangi perbuatannya.
Hasil kesepakatan dengan pihak masjid, pelaku diminta bertobat dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya.
"Jika ia melanggar, pengurus akan melaporkan ke polisi karena sudah memegang bukti," kata Roni.